PENINGKATAN KUALITAS TEMBAKAU BLITAR

Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Blitar kembali memberikan pembinaan bagi kelompok tani tembakau melalui Pelatihan Penguatan Kelembagaan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pemkab Blitar dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan yang digelar di Local Education Center (LEC), Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar tersebut berlangsung selama empat hari dimulai Rabu (5/9/2018) hingga Jumat (7/9/2018) dan dilanjutkan serta berakhir pada Senin (10/9/2018). Pelatihan ini diikuti 150 peserta dari beberapa kecamatan di Kabupaten Blitar.

Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan, Hari Budi Harto, mengatakan kegiatan tersebut dibiayai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani tembakau dalam mengolah hasil pertaniannya.

“Kegiatan ini bersumber dari DBHCHT. Dengan tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tani tembakau,” ucap Hari Budi Harto.

Dia menambahkan, kelompok tani harus dibina agar kelompok itu bisa berkembang. Serta mampu tumbuh sebagai unit-unit produksi yang produktif.

“Sebagai unit produksi, petani harus saling bekerjasama. Sebagai kelompok tani mereka tentu berkelompok. Oleh karena itu kita berikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan mereka. Kelembagaan itu sangat penting, mereka akan bekerjasama dalam sarana dan parsarana, produksi hingga pemasaran hasil tani. Oleh karena itu lembaga taninya harus dikuatkan sebagai unit usaha,” katanya.

Pelatihan hari pertama menghadirkan narasumber dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Dinas Pertanian dan Pangan serta Bagian Perekonomian Setda Pemkab Blitar. Salah satu narasumber, Hakim Catur, selaku Kasubag Pengembangan Produksi dan Promosi Daerah Bagian Perekonomian Setda Pemkab Blitar, dalam paparanya mengajak para petani tembakau untuk meningkatkan kualitas tanamannya.

“Harapan kami, para petani bisa memperbaiki kelembagaannya dalam menanam tembakau. Sehingga harapannya, ada organisasi petani yang mampu mengkoordinir menanam tembakau yang baik,” ujar Hakim Catur.

Lanjut Hakim menjelaskan, Pemkab Blitar berencana membangun tata niaga tembakau. Karena salah satu permasalahan yang dihadapi petani tembakau di Blitar salah satunya adalah dalam bidang pemasaran.

“Harapan kami ada kedisiplinan petani untuk mempertahankan kualitas. Dan memilah produk tembakau sesuai kualitasnya. Sehingga harapan kami kedepan harga tembakau ini semakin baik lagi dan meningkatkan kesejahteraan petani tembakau,” pungkasnya.

About Dinas Komunikasi dan Informatika