Gali Ilmu Diversivikasi Tembakau, Petani Blitar Kunjungi Golden Leafe House Jember

Kampanye anti-rokok sejak tahun 1980-an gencar mengkambing hitamkan rokok dan tembakau sebagai satu dari sepuluh penyebab kematian tertinggi.

Seruan “merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin” sudah sekian lama tertera di produk berbahan baku tembakau. Bahkan sekarang seruannya lebih lugas, “Rokok Membunuhmu”. Kelompok anti-rokok menyebarkan kampanye bahwa setiap 3 detik satu orang meninggal karena rokok.

Menyanggahnya mudah saja. Berapa banyak rokok atau tembakau dicantumkan sebagai penyebab kematian dalam certificate of death? Dan bagaimana membuktikan suatu kematian disebabkan oleh rokok?

Fakta ilmiah menunjukkan sebaliknya. Beberapa penelitian menunjukkan manfaat medis dari rokok dan tembakau. Bahkan dewasa ini para ahli aktif melakukan berbagai penelitian dan mengolah tembakau menjadi tanaman bernilai guna seperti parfum, insulin, sabun, hingga pestisida asap cair.

Salah satu daerah yang gencar melakukan serangkaian penelitian tanaman tembakau adalah Kabupaten Jember. Terkenal sebagai Kota Tembakau dan pemasok cerutu terbaik di dunia, wilayah Tapal Kuda ini tak menyianyiakan potensi dengan mendirikan wisata edukasi tembakau yang diberi nama Golden Leafe House. Wisata edukasi milik PTPN X ini menyematkan moto ‘satu helai daun tembakau senilai 1 gram emas’ . Beberapa produk bernilai jual berbahan tembakau pun telah dihasilkan oleh Golden Leafe House.

Proses bagus diversivikasi tanaman tembakau ditangkap oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar. Melalui studi lapang, mereka mengajak petani tembakau dari beberapa kecamatan melaksanakan studi lapang ke Golden Leafe House, Selasa (20/8/2019).

“Golden Leafe House ini adalah litbang milik PTPN. Disini ada banyak contoh-contoh produk diversivikasi tembakau seperti sabun, insulin, parfum, pestisida asap cair dan lainya,” ungkap Kabid Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Himawan Prabowo.

Dijelaskannya, tanaman tembakau bisa diversivikasi daun dan batangnya. Untuk daun, hasil penelitian mengungkap daun tembakau bisa didiversivikasi ke 29 produk. Sementara untuk batang tembakau hasil penelitian telah menghasilkan 22 macam produk, salah satunya diolah menjadi pestisida asap cair.

“Tak hanya daun, batang dan akar tembakau juga bisa diolah menjadi produk bernilai manfaat dan bernilai jual. Pestisida asap cair ini bisa digunakan untuk segala tanaman,” paparnya.

Hasil penelitian juga menunjukkan tembakau memiliki banyak khasiat secara medis. Diantaranya tanaman tembakau bisa menjadi salah satu alternatif untuk pengobatan kanker.  Tanaman tembakau untuk obat kanker, Peneliti menemukan satu molekul dalam bunga tanaman tembakau yang ampuh membunuh sel-sel kanker.

Hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal eLife ini mengatakan bahwa, molekul yang baru ditemukan tersebut mampu membunuh sel kanker, tanpa menimbulkan dampak kerusakan pada sel yang masih normal.

Molekul ini ditemukan dalam bunga berwarna-warni pada tanaman tembakau hias. Jenis tembakau ini masih satu ‘family’ dengan tembakau yang biasanya digunakan untuk kepentingan komersial.

“Banyaknya manfaat tanaman tembakau yang belum terpublikasikan. Kunjungan lapang ini diharapkan memberikan motivasi dan pencerahan kepada petani untuk lebih giat menanam tanaman tembakau dan mengolahnya menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual, karena tembakau tidak hanya untuk rokok,” kata dia.

Selain diberikan wawasan diversifikasi tanaman tembakau, di kunjungan lapang ini para petani juga diajak obeservasi dan praktik pembuatan pestisida asap cair. ”Harapan kami dengan studi lapang ini petani bisa menambah wawasan. Dan termotivasi untuk menamam tanaman tembakau dengan lebih baik. Petani juga dapat lebih memanfaatkan limbah-limbah tembakau seperti batang, akar untuk asap cair dan pupuk organik,” sambungnya.

Sementara Okta Prima Indahsari selaku Kasi Peneliti, Teknologi dan Processing PTPN X, menyampaikan setelah dilakukan serangkaian penelitian oleh para ahli terbukti diversivikasi tembakau dan pasarnya memiliki prospek sangat bagus. Penelitian telah menepis fakta bahwa tembakau hanya bisa digunakan untuk rokok dan cerutu.

“Hasil penelitian membuktikan manfaat tembakau jauh lebih banyak dari negative yang ditimbulkannya. Oleh sebab itu kampanye positif tembakau ke masyarakat harus dilakukan,” tegas dia.

Dikatakannya, produk turunan dari tembakau sangatlah banyak. Daun pucuk, batang dan akar tembakau bisa diolah menjadi produk yang sangat prospektif untuk bisnis dan memberdayakan masyarakat.

“Kami dari PTPN X telah mengembangkan 8 produk tembakau. diantaranya Tobacco absolute pestisida asap cair, briket, sabun padat, sanitizer, pellet dan papan partikel, sabun alami dan biochar. Potensi pasarnya sangat bagus, khususnya untuk ekspor,” paparnya.

Dia menjelaskan, mengolah tembakau menjadi produk turunan tersebut relative. Ada yang proses pembuatannya mudah, sedang dan prosesnya sulit. Namun demikian dirinya menegaskan seluruhnya dapat dipelajari dan diterapkan dengan baik asal memiliki bekal wawasan yang mumpuni.

“Pesan kami kepada petani dari Blitar, tetap bersemangat berbudi daya tembakau. Karena tembakau itu tidak hanya rokok dan cerutu, sangat prospektif bila diolah menjadi produk turunan. Begitupun dengan pemerintah, harus membantu membangun pasar dan sinergi dengan petani dan UMKM,” pungkasnya.

Sumber (https://jatimtimes.com/baca/199358/20190820/125400/gali-ilmu-diversivikasi-tembakau-petani-blitar-kunjungi-golden-leafe-house-jember)

About Dinas Komunikasi dan Informatika