Menurunnya produktivitas sawah di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh lahan sawah yang terdegrasi, yang dicirikan oleh kandungan bahan organik rendah. Rendahnya kandungan bahan organik tanah karena petani hanya menggunakan pupuk anorganik saja dan mengangkut jerami keluar lahan sawah atau membakarnya. Negara kita merupakan negara agraris dan berklim tropis, yang sebagian besar penduduknya bekerja disektor pertanian. Hal ini didasarkan pada program Kementrian pertanian RI siap melaksanakan 4 program yaitu: (i) ketersediaan, akses dan konsumsi pangan berkualitas; (ii) nilai tambah dan daya saing industri; (iii) pendidikan dan pelatihan vokasi; dan (iv) dukungan manajemen. Demikian juga dengan BPPSDM Pertanian siap melaksanakan beberapa program unggulan diantaranya: (i) Low-Cost Precision Farming; (ii) Genta Organik; (iii) Tani Akur; (iv) Pelatihan Sejuta Petani-Penyuluh; dan (v) Kostratani. Salah satu kegiatan dalam mendukung program-program tersebut adalah kegiatan penyuluhan.

Desa Karanggayam Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar memiliki potensi di sektor pertanian, yaitu memiliki luas lahan sawah 280 ha dengan pola tanam padi-jagung-jagung, sumberdaya dari pupuk organik sangat melimpah berupa jerami padi. Untuk mendukung program-program dari pemerintah khususnya dari kementrian pertanian dan BPPSDMP maka telah dilaksanakan penyuluhan kepada petani di Kelompok Tani “Tunas muda” Desa Karanggayam dengan tema pemanfaatan jerami padi sebagai pupuk organik cair. Metode penyuluhan yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan demonstrasi cara, media yang digunakan PPT, leavlet dan benda sesungguhnya. Latar belakang pelaksanaan penyuluhan ini dimulai dari identifikasi potensi dan permasalahan yang ada di Desa Karanggayam, yaitu ketersediaan jerami padi kurang lebih 3620 kg per ha dan juga adanya potensi melengkapi penggunaan pupuk dan pembenah tanah. Permasalahannya petani masih belum memanfaatkan potensi tersebut secara optimal. Dengan dilaksanakan penyuluhan ini diharapkan petani bisa memanfaatkan potensi yang ada secara optimal dan dengan demikian bisa membantu petani itu sendiri dalam mengelola usaha taninya.

Dengan diolahnya potensi jerami padi melengkapi penggunaan pupuk dan pembenah tanah dan diaplikasikan ke lahan pertanian tentunya akan mampu setidaknya mengurangi penggunaan pupuk kimia secara perlahan, selain itu dapat memperbaiki kondisi tanah yang semakin kritis.Kegiatan penyuluhan ini selaras dengan program dari kementrian pertanian yaitu pendidikan dan pelatihan vokasi, dan selaras dengan program dari BPPSDMP yaitu program “Genta Organik”.
Penyusun: Andik Hadiwiyanto (Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Srengat Kab.Blitar)