PEMANFAATAN DAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI BERBAHAN “MICESSLA” UNTUK MENCEGAH WERENG COKELAT PADA TANAMAN PADI

Padi merupakan tanaman serealia penting dan digunakan sebagai makanan pokok oleh bangsa Indonesia. Itulah sebabnya produksi padi sangat perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan produksi padi dipengaruhi faktor penggangu yang dapat berakibat pada penurunan produksi. Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya produksi padi adalah penggunaan varietas, pemakaian pupuk, cara bercocok tanam, serta jasad pengganggu (OPT) (Tarunoku, 2011).

Kecamatan Ponggok memiliki potensi yang cukup menjanjikan dalam bidang pertanian yaitu lahan sawah 2.201 Ha, lahan tegal 3.429 Ha, lahan pekarangan 2.972 Ha dan tersebar di 15 desa. Kecamatan Ponggok memiliki luas panen padi sawah mencapai 2.289 Ha (BPS, 2022). Kendala utama pada lahan luas tersebut adalah OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Lahan Kecamatan Ponggok banyak yang ditanami padi dan jagung sehingga hama wereng cokelat adalah salah satu OPT yang harus dihadapi petani. Di sisi lain, para petani cenderung memilih pestisida kimia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kenyataannya pestisida kimia memiliki dampak buruk bagi tanah dan kesehatan manusia sehingga dilakukanlah penyuluhan pemanfaatan dan pembuatan pestisida nabati berbahan micessla (Mimba, Cengkeh, Serai, Sirih, dan Laos).

Penyuluhan dilakukan di Kelompok Tani Mitra Tani Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok Kabupaten Blitar karena dinilai merupakan desa yang hamparan sawahnya paling luas di Kecamatan Ponggok. Lokasi tersebut juga merupakan barometer serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di wilayah Kecamatan Ponggok. Peserta penyuluhan sebanyak 59 orang dengan metode penyuluhan berupa ceramah, diskusi, dan peragaan cara membuat pestisida nabati. Media yang digunakan adalah presentasi berbentuk Power Point dan alat peraga. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan merubah sikap petani menjadi terbuka terhadap pestisida nabati berbahan micessla. Tujuan jangka panjangnya adalah agar petani mau menggunakan pestisida nabati untuk mencegah hama wereng cokelat sehingga lingkungan tidak rusak dan hasil panen tidak membahayakan kesehatan konsumen.

Penyusun : Masduki (Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ponggok Kab.Blitar)

About Dinas Komunikasi dan Informatika