Langsat (Langsep) Gaprang Buah Asli Kabupaten Blitar
Oleh : Ir. Hari Mularsono (PBT Madya)
Kabupaten Blitar merupakan daerah yang cocok untuk budidaya segala macam buah-buahan tropis, salah satunya Langsat ( jawa.Langsep). Hampir semua Kecamatan di Kabupaten Blitar ada tanaman buah lokal yang berkembang dan menjadi andalan petani buah setempat. Kecamatan yang saat ini menjadi sentra tanaman Langsat adalah Kecamatan Kanigoro, tepatnya di Desa Gaprang.

Upaya peningkatkan produksi, kualitas buah langsat melalui perbaikan teknologi budidaya dengan menggunakan varietas unggul nasional, sertifikasi benih serta mendaftarkan calon varietas sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar bekerja sama dengan UPT PSBTPH Provinsi Jawa Timur, namun belum sampai dengan tahapan pelepasan sebagai varietas Unggul.
Urgensi dari keunggulan varietas Langsat Gaprang ini agar Kabupaten Blitar dapat memiliki varietas Langsat secara legal yang didaftar oleh Menteri Pertanian, sehingga dalam mengembangkan dan mengedarkan benihnya tidak menyalahi peraturan dan perundangan yang berlaku serta mempertahankan plasma nutfah varietas unggul lokal.
Langsat Gaprang Kabupaten Blitar ini, tidak pernah dipasarkan sampai di tingkat tengkulak apalagi dijual di pasaran bebas. Pada umumnya bagi penggemar Langsat Gaprang pasti datang untuk memesan terlebih dulu. Secara visual memang Langsat Gaprang ini sama dengan Langsat yang lain, namun dari segi rasa sangat beda dengan langsat lain yang cenderung rasa masam, Langsat Gaprang ini mempunyai rasa yang manis seperti buah Duku.

Berdasar pada penilaian dan pengamatan serta animo masyarakat tentang Langsat Gaprang dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Kandungan air 68,5 %, Kandungan Gula 16,60 brix, Kandungan Vitamin 10,78 mg/100 gr, Kandungan Vitamin C 22,8 mg/100 gr, Getah putih banyak dan aroma sedang.
- Penciri utama : Bentuk buah bulat telor, warna kulit buah muda: Hijau, Warna kulit buah masak: kuning keputih-putihan dan warna daging buah: putih bening.
- Keunggulan: Berat per buah 5,2 – 23,4 gram, produksi : 40 – 50 kg per pohon/musim, daya simpan: 4 – 7 hari setelah panen, dan musim panen: Februari – Maret.
- Telah di daftarkan ke PVT sebagai Varietas Lokal pada tahun 2018.
- Dalam penyediaan dan pengembangan benihnya diharapkan kedepannya melalui prosedur dan proses sertifikasi benih, dengan melalui Pelepasan Varitas Unggul Lokal.
- Beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai dataran medium dengan altitude 162 – 500 dpl.
- Dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, Produsen/Penangkar Benih dan Pemilik Pohon Induk dalam pengembangan sentra –sentra langsat sangatlah dibutuhkan.
Sejak didaftarkan tahun 2018 sebagai varietas unggul lokal, buah ini belum berkembang maksimal meskipun di beberapa desa/kecamatan di Kabupaten Blitar sudah banyak yang berminat menanam langsat Gaprang. Kebutuhan akan buah segar Langsat Gaprang ini masih sangat kurang, sehingga konsumen yang menginginkan buah ini harus pesan terlebih dahulu.

Untuk pengembangan dan memperkenalkan Langsat Gaprang, selain dengan adanya kegiatan pengembangan kawasan Buah Tahunan di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar, untuk pengembangan benihnya masih belum maksimal karena masih sulit mendapatkan mata tempel atau entresnya. Hal ini dikarenakan tanaman Langsat ini masih sangat terbatas dan yang mempunyai pohon masih beranggapan jika diambil entres atau mata tempelnya akan mengurangi produksi. Untuk hasil panen masih terbatas, dan penggemar langsat Gaprang ini setiap musim panen akan mendatangi ke pemilik pohon langsung, bahkan banyak yang sudah di beli sebelum saat panen.